Alkisah, 3 orang laki-laki bermata pencaharian sebagai tukang kayu. Pada suatu hari mereka bertiga mencari kayu di tengah hutan. Tidak sebagaimana hari-hari biasanya mereka mendapat
cukup kayu untuk dibawa pulang hanya dengan paruh waktu. Namun, kali ini sampai tengah haripun mereka belum
mendapatkan cukup kayu. Tak
terasa gelap menyelimuti
mereka. Sehingga mereka harus bermalam di tengah hutan. Mereke bersinggah di dalam gua. Tiba2 batu besar menutup rapat2 pintu gua yang mereka singgahi,
sehingga mereka terjebak di
dalamnya. Tiada satupun yg bisa menyelamatkan mereka keluar dari dalam gua itu. Mereka seakan pasrah terhadap musibah yang baru menimpa mereka. Sehingga, salah satu dari mereka
berkata, "Mari kita berdoa
memohon kpd Allah dengan
wasilah (lantaran) amal sholih yang pernah kita lakukan. Semoga Allah mengabulkan doa yang kita panjatkan dan kita dapat keluar dari dalam gua ini."
Laki-laki pertama: "Ya Allah, aku mempunyai kedua orang tua yang sudah tua sekali, setiap hari aku menyuguhkan minuman susu kpd mereka berdua. Minuman susu itu aku peras dengan tanganku sendiri. Tidak aku berikan kpd siapapun sebelum kpd mereka berdua. Sehingga pada suatu hari aku harus mencari kayu dan tak terasa larut sampai tempat yang jauh dari
tempat biasa aku mencari kayu.
Akupun lupa bahwa pada saat itu aku harus menyuguhkan
minuman susu kpd kedua orang tuaku di rumah. Teringat hal itu, aku segera pulang. Sampai di rumah aku langsung memeras susu dan kusuguhkan kpd mereka berdua. Tapi, kudapati kedua orang tuaku sudah terlelap
tidur. Aku takut untuk membangunkannya. Kutunggu
mereka berdua bangun dari tidur lelapnya sampai fajar tiba, dan kusuguhkan susu itu. Aku sudah bertekad tidak akan memberikan susu itu kpd siapapun sebelum kpd kedua orang tuaku. Bahkan, aku tidak menghiraukan anak-anakku yang merengek2 minta susu karena menahan rasa lapar.
Ya Allah, semua itu aku lakukan
karena mencari ridhomu. Jika apa yang aku perbuat terhadap
kedua orang tuaku bisa menjadi lantaran terbukanya pintu gua dari batu besar yang
menutupinya, maka kumohon
kepadaMu bukakanlah". Alhasil,
batu besar yang menutupi pintu gua itu bergeser sedikit sehingga membuka celah bagi mereka bertiga untuk dapat keluar dari dalam gua.
Laki-laki kedua: "Ya Allah, aku
mempunyai seorang sepupu
perempuan. Aku jatuh cinta
kepadanya. Aku tergila2
kepadanya. Tiada seorangpun
yang aku cintai melebihi dia. Aku membujuk dan merayunya agar mau menjadi kekasihku. Tapi dia tidak mau menerima bujukanku. Hatiku sangat terpukul sekali. Hingga pada musim paceklik tiba, dia datang kepadaku. Dia meminta belas kasih dariku agar aku mau memberikan sedikit sesuatu sebagai penyambung hidup. Aku berpikir, mungkin inilah kesempatan bagiku untuk mendapatkan cintanya. Lalu aku memberikan 120 dinar
kepadanya dengan syarat dia
mau memadu kasih denganku.
Tanpa berpikir panjang diapun
menyanggupinya. Hatiku sangat gembira sekali karena hasrat yang selama ini kupendam telah terpenuhi. Namun, saat tiba waktunya untuk memadu kasih, dan aku belum sempat merusak harga dirinya, dia bilang kepadaku, 'Takutlah kepada
Allah, jangan kau buka SEGEL yg
bukan hak milikmu'. Seketika
tersentak hatiku mendengar
ucapannya. Aku tersadar dari
angan2 indahku. Hampir saja aku merenggut mutiara yg selama ini dia jaga. Akhirnya, aku melepaskan dan
membebaskannya dari genggamanku. Kuserahkan 120
dinar kepadanya. Ya Allah, semua itu aku lakukan karena mencari ridhomu. Jika apa yang aku perbuat terhadap sepupuku yang sangat aku cintai bisa menjadi lantaran terbukanya pintu gua dari batu besar yang menutupinya, maka kumohon kepadaMu bukakanlah". Alhasil, batu besar yang menutupi pintu
gua itu bergeser sedikit sehingga membuka celah lebih lebar bagi mereka bertiga untuk dapat keluar dari dalam gua.
Tobe contd..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar